#7HARI TANTANGAN MENULIS : " SEBUAH PENGARAPAN  "

#7HARI TANTANGAN MENULIS : " SEBUAH PENGARAPAN "

Kadang kala apa yang kita harapkan tak  sesuai harapan.
Lantas kecewa ? tentu iya,
Coba kembali renungkan, Manusia hanya bisa berharap, berusaha, berdoa, selebihnya Tuhanlah yang berkuasa.
Cara terbaik untuk menerimanya adalah dengan KEIKHLASAN HATI

Lalu suatu saat nanti jika, aku diberi kesempatan memiliki anak dan anak yang kumiliki tak sesuai harapanku inilah Ujian terbesar yang InsyaAllah akan ku terima dengan penuh ke IKHLASAN lahir dan batin, karena hanya orang tua terpilih saja yang diberi titipan amanah anak-anak seperti ini.

Dan jika suatu saat nanti anak yang kumiliki tak sesuai harapan secara fisik, namun masih ada sebuah harapan yang masih bisa kuharapkan dengan kekuatan doa,serta pendidikan dasar yang baik,
Sebuah harapan untuk anak ku jadilah anak yang berahlaqul kharimah, apalah arti sebuah penampilan jika ahlakmu tak baik nak ?
jadilah anak yang kuat dan tangguh

Hasil gambar untuk harapan
google


tulisan ini diikutsertakan pada  #hari(3) #basabasistore #7hari tantangan menulis diadakan oleh @Kampus Fiksi.
Read More
#7HARI TANTANGAN MENULIS : " TEMPAT TERJAUH "

#7HARI TANTANGAN MENULIS : " TEMPAT TERJAUH "

Iya aku harus menulis lagi, tak peduli kamu baca atau tidak terserah saja, karena hanya dengan ini, perasaanku sedikit lega, menuangkan rasa yang mengendap dalam dada.

Hujan belum reda juga, waktu terus merangkak, malam mulai menyapa, orang-orang perlahan beranjak meninggalkan meja kerja mereka, sementara aku masih asyik berselancar didunia maya melihat kabar teman-teman yang tak terjamah oleh dunia nyata. Aku juga menemukan kabar  kamu dalam jejaring sosial, benar saja hatiku dipenuhi bunga-bunga, perasaan yang meletup-letup bahagia tak terkira , setelah sekian lama dan akhirnya ku menemukan mu lagi, aku mulai menyapamu lebih dulu, dan aku tahu pesanku tak mungkin dibalas karena posisimu sedang tidak online. baiklah mungkin nanti saat kamu sudah online lagi, kamu akan segera merespon pesanku dan sesegera mungkin membalasnya.

Benar saja sebelum aku meninggalkan pintu kantor, sementara hujan masih rintik-rintik Hp cerdasku memberi isyarat pemberitahuan, aku segera membukanya, Iya benar itu pesan dari kamu, ah sayang sekali balasan dari kamu, kamu tak segera mengingatku, kamu lupa siapa aku , lalu aku mulai perlahan-lahan menjelaskan siapa aku , aku kirimi beberapa gambar, juga sedikit ceriata masa lalu saat pertama kali bertemu kamu, dengan harapan kamu mulai mengingatku lagi, kalaupun tidak, tidak mengapa, wajar saja sudah berapa puluh tahun kita tak pernah bertemu lagi, kecuali aku yang sampai detik ini  masih sangat jelas mengingat segala sesuatu tentang  kamu. Tapi tak mengapa , aku tak akan marah apalagi membencimu hanya gara-gara kamu tak lagi mengingatku.

Hujan mulai reda, lampu-lampu jalanan mulai gemerlapan, lalu lalang kendaraan malam semakin ramai walau jalanan masih basah dan becek. Aku berjalan menyusuri trotoar, dengan mempercepat langkah agar segera sampai ke rumah sementara, Aku lelah, ingin segera merebahkan pundak dan sedikit mengisi perut yang sedari tadi meronta-ronta karena lapar. Hp cerdasku juga tak berdering lagi.
hening.

Ah entahlah ada apa dengan perasaanku ini, kenapa semenjak kejadian tadi sore, saat kemabali menemukan keberadaanmu, aku semakin menggalau ? tiba-tiba ada perasaan rindu yang ah... sulit sekali untuk ku jelaskan. Aku merebahkan tubuh di atas kasur, kulirik HP di meja, masih hening, beberapa menit kemudian Hp kembali berdering, dan ternyata itu bukan dari kamu. Pikiranku mulai dipenuhi tentang kamu, kenangan-kenangan masa lalu kembali hadir dalam ingatan, padahal dengan  susah payah aku berusaha menghapus semua tentang kamu, tapi nyatanya aku tak bisa, bahkan saat ini aku semakin merindu.

Ataukah kamu memang benar-benar hilang ingatan ? ah tapi itu tidak mungkin, buktinya kamu bekerja di tempat yang membutuhkan daya ingat. Atau kamu memang khusus menghapus hanya kenangan dengan ku ? aghhhhrrrr hanya kamu yang tahu. dan sampai malam semakin larut masih juga belum ada balasan dari kamu.

Andai saja keberadaan hatimu bisa ku jamah ingin aku menjamahnya, kembali mengenalmu seperti dulu, yang tak pernah malu padamu, kamu yang selalu mengalah demi aku, kamu yang selalu setia membonceng pulang dan pergi, kamu yang selalu menjadi pelindungku, teman berlariku, teman jalan, teman yang tak pernah mengenal kata lelah dan menyerah, teman terpandai yang pernah aku miliki.

Entah kenapa tiba-tiba perasaan malu, sungkan, begitu kuat kurasakan, setelah mendapat balasan darimu tadi, ada perasaan asing, canggung, yang kini kurasakan. Serasa ada tembok pembatas yang begitu sakral untuk ku terjang,

Andai saja aku berani, aku ingin menelponmu malam ini, mendengarkan langsung suaramu, tertawa, bercerita banyak hal. dan berani mengatakan '' hey aku merindukanmu "
Andai saja iya itu semua hanya andai saja

Kamu tahu ? kini hatimu adalah tempet terjauh yang ingin aku kunjungi ? bahkan saking jauhnya dalam googlemap sekalipun tak terdeteksi.

Dan do'a ku malam ini sebelum mataku terpejam semoga aku bisa mengunjungi hati mu lagi, dan kamu kembali mengingatku lagi.


Kamar, 12 Maret 2017

google






tulisan ini diikutsertakan pada  #hari(2) #basabasistore #7hari tantangan menulis diadakan oleh @Kampus Fiksi.



Read More
#7HARI TANTANGAN MENULIS : " CINTA MONYET "

#7HARI TANTANGAN MENULIS : " CINTA MONYET "

google

Pagi ini masih sama seperti pagi pada minggu - minggu yang lalu, jadwal jogging masih rutin ku lakukan, udaranya masih bersih, polusi belum menyapa kota, kuhabiskan waktuku dengan berlari mengelilingi lapangan berumput hijau, lalu aku berhenti sejenak menyelonjorkan kaki, meneguk sebotol air mineral yang sedari tadi setia menempel dalam genggaman tanganku , lega rasanya kerongkonganku basah. Suasana semakin ramai berbagai macam usia berkumpul disini, juga tak kalah ramainya dengan pedagang penjaja makanan semuanya ada tinggal pilih menu yang mana untuk mengisi perut.

Berbagai orang hilir mudik, ada segerombolan anak-anak muda, balita, sepasang suami istri,  kakek, nenek berbagai macam orang menikmati pagi sambil berlari-lari , atau hanya duduk-duduk, ada juga yang sedang bersepeda dan kegiatan lainnya. Aku kelelahan biarlah sebentar saja aku mengistirahatkan tubuh sambil mengamati lingkungan sekitar di bawah pohon beralaskan rumput yang basah karena embun pagi  , lantas pandanganku tertuju pada dua bocah laki perempuan yang hanya berjarak beberapa meter dari tempatku duduk. aku tertawa mengamati dua bocah tersebut , kira-kira usia mereka baru 12an mereka sedang lomba lari lalu saling kejar-kejaran tertawa riang seolah tanpa beban , aku teringat dengan masa kecilku dulu, di saat usiaku sama dengan mereka, setiap libur sekolah aku bersama temen sepermainan juga selalu jalan-jalan pagi, itu adalah kegiatan paling menyenangkan. Lalu kami saling bekejaran siapa yang kalah akan kena hukuman, dan akulah paling jarang kena hukuman , aku selalu menang untuk urusan berlari, walaupun aku bukan pelari. dan teman sepermainanku selalu kalah, atau mengalah demi aku ? ah entahlah yang jelas aku selalu menang.

Kemudian hukuman yang diterima adalah  temen sepermainanku membonceng aku kesekolah pergi dan pulangnya , melewati beberapa dusun lalu setelah sampai di pintu gerbang sekolah dasar tanpa komando temen-temen sekelas serentak menyoraki kami, seperti suara gembreng yang jatuh menggaduhkan keheningan lalu kita berdua merah tersipu-sipu , kembali setiap senin pagi teman sepermainanku selalu kalah saat olah raga minggu pagi jadi setiap senin pagi pasti aku di bonceng lagi, Aku tertawa puas karena sekalipun aku belum pernah kalah, bayangkan saja jika aku kalah lalu aku akan kena hukuman membonceng temanku yang tubuhnya lebih besar dari aku. Hingga akhirnya satu kelas menyebut kami "BKL"  di atas meja, di buku-buku, di papan tulis, setiap hari selalu ada nama ku BKL dengan namamu, aku yang malu-malu sedangkan kamu menanggapinya biasa aja seolah itu gurauan anak-anak satu kelas bahkan malah mendukungnya. Sebelkan rasanya.

Hingga sampai saat perpisahan kelas enam aku baru menyadarinya ternyata teman sepermainanku mengalah demi aku, setelah tahu itu , rasanya aku mulai membencinya kenapa kamu berpura-pura ? kenapa harus mengalah demi aku ? kenapa ? aku berteriak dengan penuh amarah di depan teman sepermainanku , lalu kamu tersenyum menanggapi sikapku yang emosi dan kecewa, dan berkata " aku tak tega kalau kamu kalah dan harus membonceng aku sejauh itu menuju sekolahan kita, biarlah aku saja yang selalu kalah untukmu ^&^&*&^*^&

Dan sejak saat itulah aku mulai mengenal suka suka dengan kamu, selalu nyaman bermain bersamamu, merasa punya pelindung dan semenjak lulus dari sekolah dasar, temen-temen yang seangkatan denganku masih menganggap kita "BKL" artinya Bakalan ( bahasa jawa ) kalo di bahasa indonesiakan artinya sama dengan pacaran bertunangan :) "heloo kawan kita masih berseragam putih biru dongker , sekolah aja dulu yang bener.
Ternyata memang bener , kamu memilih fokus  belajar demi meraih cita-cita masa depan lebih baik, dan aku fokus memperhatikanmu ahahaha. dan kamu bilang "perasaanmu itu semu " cinta monyet " masih esempe ga boleh pacaran ntar kalo kamu fokus ke pacaran belajarmu terganggu cita-citamu ga bakalan tercapai.

Kamu memang cerdas, dan pilihan mu tepat rasa suka saat masih anak-anak jika salah menafsirkan dan salah menyikapi bakalan terjadi hal-hal negatif yang dampaknya berefek dimasa depan. Nanti ada saatnya " BKL " itu terjadi , dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk belajar demi meraih cita-cita.

Aku tersadar dari lamunan panjangku tentang "Cinta Monyet" melamunkan dirimu yang entah bagaimana kabarmu sekarang ? ataukah sudah  BKL dan menikah atau bahkan sudah punya anak ? Karena semenjak kelas satu esema kita tak lagi sama, kamu pindah mengikuti orangtuamu. Jaman kita pisahan dulu Hp adalah barang langka jarang ada yang punya termasuk kita, jadi pantaslah kita kehilangan jejak kabar.Terakhir kabar yang ku dengar tentang kamu, sekarang kamu telah keterima menjadi Prajurit Negara dan bertugas di luar pulau.

Dan aku tersadar dari lamunan panjangku, dan kedua bocah tadi perlahan memudar, menghilang. Kuusap air mata yang tiba-tiba mengalir di pipi karena  menghalangi pandangan. lalu ku lanjutkan meneguk air mineral yang hampir habis isinya . Aku bangkit, lanjut berlari karena matahari semakin meninggi, masih banyak hal-hal yang harus ku kejar.

Kota, 11 Maret 2017
.

tulisan ini diikutsertakan pada  #hari(1) #basabasistore #7hari tantangan menulis diadakan oleh @Kampus Fiksi.

Read More