Iya aku harus menulis lagi, tak peduli kamu baca atau tidak terserah saja, karena hanya dengan ini, perasaanku sedikit lega, menuangkan rasa yang mengendap dalam dada.
Hujan belum reda juga, waktu terus merangkak, malam mulai menyapa, orang-orang perlahan beranjak meninggalkan meja kerja mereka, sementara aku masih asyik berselancar didunia maya melihat kabar teman-teman yang tak terjamah oleh dunia nyata. Aku juga menemukan kabar kamu dalam jejaring sosial, benar saja hatiku dipenuhi bunga-bunga, perasaan yang meletup-letup bahagia tak terkira , setelah sekian lama dan akhirnya ku menemukan mu lagi, aku mulai menyapamu lebih dulu, dan aku tahu pesanku tak mungkin dibalas karena posisimu sedang tidak online. baiklah mungkin nanti saat kamu sudah online lagi, kamu akan segera merespon pesanku dan sesegera mungkin membalasnya.
Benar saja sebelum aku meninggalkan pintu kantor, sementara hujan masih rintik-rintik Hp cerdasku memberi isyarat pemberitahuan, aku segera membukanya, Iya benar itu pesan dari kamu, ah sayang sekali balasan dari kamu, kamu tak segera mengingatku, kamu lupa siapa aku , lalu aku mulai perlahan-lahan menjelaskan siapa aku , aku kirimi beberapa gambar, juga sedikit ceriata masa lalu saat pertama kali bertemu kamu, dengan harapan kamu mulai mengingatku lagi, kalaupun tidak, tidak mengapa, wajar saja sudah berapa puluh tahun kita tak pernah bertemu lagi, kecuali aku yang sampai detik ini masih sangat jelas mengingat segala sesuatu tentang kamu. Tapi tak mengapa , aku tak akan marah apalagi membencimu hanya gara-gara kamu tak lagi mengingatku.
Hujan mulai reda, lampu-lampu jalanan mulai gemerlapan, lalu lalang kendaraan malam semakin ramai walau jalanan masih basah dan becek. Aku berjalan menyusuri trotoar, dengan mempercepat langkah agar segera sampai ke rumah sementara, Aku lelah, ingin segera merebahkan pundak dan sedikit mengisi perut yang sedari tadi meronta-ronta karena lapar. Hp cerdasku juga tak berdering lagi.
hening.
Ah entahlah ada apa dengan perasaanku ini, kenapa semenjak kejadian tadi sore, saat kemabali menemukan keberadaanmu, aku semakin menggalau ? tiba-tiba ada perasaan rindu yang ah... sulit sekali untuk ku jelaskan. Aku merebahkan tubuh di atas kasur, kulirik HP di meja, masih hening, beberapa menit kemudian Hp kembali berdering, dan ternyata itu bukan dari kamu. Pikiranku mulai dipenuhi tentang kamu, kenangan-kenangan masa lalu kembali hadir dalam ingatan, padahal dengan susah payah aku berusaha menghapus semua tentang kamu, tapi nyatanya aku tak bisa, bahkan saat ini aku semakin merindu.
Ataukah kamu memang benar-benar hilang ingatan ? ah tapi itu tidak mungkin, buktinya kamu bekerja di tempat yang membutuhkan daya ingat. Atau kamu memang khusus menghapus hanya kenangan dengan ku ? aghhhhrrrr hanya kamu yang tahu. dan sampai malam semakin larut masih juga belum ada balasan dari kamu.
Andai saja keberadaan hatimu bisa ku jamah ingin aku menjamahnya, kembali mengenalmu seperti dulu, yang tak pernah malu padamu, kamu yang selalu mengalah demi aku, kamu yang selalu setia membonceng pulang dan pergi, kamu yang selalu menjadi pelindungku, teman berlariku, teman jalan, teman yang tak pernah mengenal kata lelah dan menyerah, teman terpandai yang pernah aku miliki.
Entah kenapa tiba-tiba perasaan malu, sungkan, begitu kuat kurasakan, setelah mendapat balasan darimu tadi, ada perasaan asing, canggung, yang kini kurasakan. Serasa ada tembok pembatas yang begitu sakral untuk ku terjang,
Andai saja aku berani, aku ingin menelponmu malam ini, mendengarkan langsung suaramu, tertawa, bercerita banyak hal. dan berani mengatakan '' hey aku merindukanmu "
Andai saja iya itu semua hanya andai saja
Kamu tahu ? kini hatimu adalah tempet terjauh yang ingin aku kunjungi ? bahkan saking jauhnya dalam googlemap sekalipun tak terdeteksi.
Dan do'a ku malam ini sebelum mataku terpejam semoga aku bisa mengunjungi hati mu lagi, dan kamu kembali mengingatku lagi.
Kamar, 12 Maret 2017
 |
| google |
tulisan ini diikutsertakan pada #hari(2) #basabasistore #7hari tantangan menulis diadakan oleh @Kampus Fiksi.