"gimana nduk bapak mu gag pingin nikah lagi ?"
" hehehhe.. ndak tau saya bude, terserah bapak "
"lok misale bapakmu nikah lagi kamunya gimana nduk ? "
"saya manut bapak bude' lok bapak seneng saya juga seneng"
"oh.. gitu toh, tapi sawangane bapakmu gag pingin nikah lagi yo...
"kayae saya rasa begitu bude, "
sebenarnya waktu beberapa tahun yang lalu, sempat gag rela kalau apakku nikah lagi, tapi lama - kelamaan kok aku kasian banget ya melihat di masa-masa senjanya hidup dengan sendiri tanpa didampingi seorang istri. aah,, apak tiap kali aku perhatikan beliau semakin menua, kurus dan sering sakit-sakitan, akhir-akhir ini berapa kali sudah beliau periksa kesehatannya yang semakin memburuk.
semenjak emakku wafat sampai saat ini apak tak bergeming untuk menikah lagi walau beberapa sudara memaksa untuk mencari pengganti emak, kecuali aku , sama sekali aku tak berani mengusik tentang hal itu, takut nanti aku yang di balik tanya " lah kenapa gag kamu aja dulu nduk yang jalan "? trus aku jawabnya pasti kelabakan bingung soalnya belum menikah juga hehehe..*malu*
Emak VS Apak , sama sekali bukan pasangan romantis seperti romeo n juliet atau rama sinta , Emak VS Apak adalah sepasang anak manusia lugu yang asli mereka berdua di pertemukan karena perjodohan yang di ijinkan Allah untuk berjodoh, duluuu saat Alm. emak masih ada aku sering mendengar kisah perjalanan cinta beliau, simple dan lugu ceritanya , yup Emak VS Apak adalah orang-orang jaman dahulu yang tidak pernah mengenal istilah pacaran seperti jaman sekarang ini sekelumit kisah perjalanan bahtera rumah tangga Emak VS Apak
" Emak adalah seorang gadis desa yang benar-benar lugu dan polos asli tidak pernah mengenal yang namanya pacaran atau jalan berduaan seperti jaman sekarang ini, emak dipertemukan apak setelah lulus dari pesantren salafi tahun 1979, sedangkan apak juga termasuk pria lugu dan apa adanya juga tidak mengerti apa itu pendekatan, pacaran dllnya, mereka dipertemukan dengan sengaja oleh keluarga masing-masing, lebih tepatnya di jodohkan, alhasil embah ibuk ( ibunya makku ) langsung kepincut dan terpesona dengan apakku looo kok mbah ibu ya yang terpesona ?? gag tau terpesona karena apanya , jika dilihat dari tampang , standar orang indonesia, dari segi materi juga tidak kaya mungkin mbah ibuk punya alasan tersendiri, belum sempat tanya mbah ibuknya sudah almarum jadi masih menjadi misteri cinta pada menantu, hahaha sedangkan emakku menahan malu-malu mau hihihihii.. ( lucu mungkin yaa saat itu ) sedangkan apakku katanya OPJ ( opo jare alias pasrah ) dengan keputusan mak comblangnya wkwkwkwk... ternyata gag pake lama dan kesulitan yaa lok Allah sudah membukakan pintu JODOH semuanya dipermudah.
perkenalan singkat itu ternyata membawa kisah yang panjang, akhirnya kedua belah pihak sepakat tanpa basa basi merestui perjodohan spontan itu dengan jangka waktu -+ 3 bulan untuk mempersiapkan selamatan walimatul ursyi, selama masa penantian ( pingitan ) emak dan apak juga tidak sempat berkomunikasi, wong jaman dahulu juga belum lahir ponsel. telp surat kalaupun ada Emak VS Apak juga tidak bisa melakukan hal-hal semacam itu asli mereka orang-orang ndeso yang lugu apa adanya. Usia emak dan apak terpaut dua tahun lebih tua apak beliau menikah pada tahun 1979 gag tau bulannya soalnya emak juga sudah lupa saat kutanya hehehe #harap maklum# usianya saat itu emak 19 tahun apak 21 tahun usia yang pas banget tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua.
Looh, terus pacarannya kapan ? pada jaman beliau emak dan apak bukan termasuk orang-orang yang mengenal pacaran, cinta mereka tumbuh karena niat ibadah untuk menikah titik. tidak ada alasan lain, pernikahan pun digelar sesederhana mungkin karena pada waktu itu apak juga tidak mau di ramaikan pake hiasan dekorasi dengan segala macemnya acaranya sangat sederhana sekali tanpa melibatkan banyak acara.
seiring dengan berjalannya waktu emak melahirkan anak pertama tahun 1980 hidup sampai saat ini, 1983 anak ke dua ( meninggal ) 1985 anak ketiga ( meninggal ) 1986 anak ke empat hidup sampai saat ini, woooow amazing yaah cinta mereka tumbuh dengan apa adanya dalam kesederhanaan mengarungi bahtera rumah tangga tanpa proses pengenalan lebih dalam ( pacaran katanya orang sekarang ) dan sampai membuahkan hasil dengan memiliki 4 anak ( yang dua meninggal ) sekarang tinggal 2 anak cukup ( iklan KB hehe ).
gelombang pasang surut kehidupan juga telah mereka lalui bersama, pahit manis kehidupan tak membuat mereka berpaling rasa, masih dengan kesetiannya masing-masing, apak adalah seorang buruh kasar sedangkan emak ibu rumah tangga yang juga nyambi kerja serabutan tidak melunturkan kecintaannya masih setia dengan kesederhanaan keluarga, beliau berdua tidak pernah saling menuntut dengan kekurangan pasangan masing-masing ikhlas legowo, jika apak tidak mendapatkan hasil dalam usahanya emak sekalipun tidak pernah menuntut apa-apa malah sebaliknya emak selalu menegarkan apakku, sebaliknya apakpun juga tidak pernah menuntut emak untuk yang macam-macam, beliau berdua saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, kalaupun bertengkar selalu mereka sembunyikan dari anak-anaknya ya.. seumur hidupku sekali pun aku tidak pernah mengetahui kedua orang tuaku saling bertengkar, subhanallaoh aku sangat bersyukur sekali dengan didikan kedua orang tuaku walaupun mereka tidak berpendidikan tinggi tapi mereka tahu bagaimana membina rumah tangga yang baik.
sepanjang aku dilahirkan hingga sampai emakku wafat sekali pun aku tidak pernah melihat pertengkaran hebat dalam keluarga kami, walaupun apak bukan orang romantis tapi aku bisa merasakan betapa apak sangat mencintai emak dan anak-anaknya. hal yang selalu aku ingat sepanjang ingatanku, saat aku apak dan emak menaiki sepeda ontel menyusuri jalan bersilaturrahmi keluarga dengan semangatnya apak mengayuh sepedanya tanpa mengenal lelah, entah kenapa aku sangat merindukan masa-masa kebersamaan itu, kadang kala saat ada selamatan atau pas apak dapat makanan beliau selalu membawanya pulang alasannya simple kangen sama orang rumah *huhuhu* sebaliknya juga emak melakukan hal seperti itu.
Apak memang bukan orang yang menunjukkan cintanya dengan kata-kata atau perbuatan mesra seperti kebanyakan orang, mungkin karena sifatnya yang pendiam itu yang menyebabkan beliau tidak bisa berbuat romantis layaknya senetron korea, curahan kasih sayang beliu tetap kami rasakan walaupun orang lain tidak bisa melihatnya, aku menilanya dari rasa tanggung jawabnya yang tinggi terhadap keluarga, juga terhadap istri dan anak-anaknya.
Desas-desus perselingkuhan dalam keluargaku Emak VS Apak juga tidak pernah aku dengar Alhamdulillah Emak dan Apak termasuk pasangan yang setia menjaga komitmen janji ijab Qubul yang pernah beliau ikrarkan saat pertama kali menikah dulu, sampai anak-anaknya tumbuh dewasa apak dan emak mengarungi bahtera rumah tangga dengan gelombang yang tenang. Setiap episode kehidupan telah mereka lalui dengan selamat tanpa ada konflik yang membuat perpecahan dalam bahtera rumahtangga terimakasih ya Allah.
Dan saat ujian terberat dalam keluargaku itu tiba apak dengan gagah dan perkasanya menunjukkan tanggung jawab yang tinggi, iya saat masa-masa emak sakit sepanjang 9 bulan, dengan setia dan telatennya apak merawat tanpa pamrih apalagi mengeluh, yaa,,, sepanjang 9 bulan emak sakit tak sekalipun aku mendengar keluhan pada mulut apakku, malah sebaliknya apak selalu memberi suport untuk kesembuhan emakku, ( saat menulis kisah ini air mataku tak bisa berhenti teringat kisah perjuangan dan kesabaran apakku ) sampai detik-detik terakhir apak masih dengan setianya mendampingi emak hingga di peristirahatan terakhirnya. dan kisah tentang wafatnya emakku ada di sini
Sampai saat ini apak masih setia dengan sendirnya, rasa-rasanya niatan untuk menikah lagi belum terbanyangkan walaupun dorongan dari pihak keluarga terus menyuruhnya.
Apak ... hanya lantunan doa yang bisa ku persembahkan untukkmu " yang terbaik untuk mu " kini ingin hari-hari ku kuhabiskan untuk merawatmu hingga di pembaringan terakhirmu jika Allah tidak menurunkan lagi jodoh untuk apakku aku dan acak siap merawat di hari tua mu.. apak jangan bersedih ya.. jaga kesehatan untuk terus beribadah menyipakan diri bertemu dengan Allah dan emak .di kehidupan abadi nanti....
terimakasih apak ................
terimakasih emak kalian berdua telah mengajari kami dengan sebuah tindakan bukan hanya omongan semoga anak-anakmu bisa mengarungi bahtera rumah tangga seperti perjalanan emak dan apak.
" ternyata cinta tidak harus dengan pacaran, cinta tumbuh karena Allah dengan niat menikah untuk beribadah "
#kisah cinta sederhana Emak VS Apak dengan niat ibadah karena Allah#
Kisah pernikahan ini diikutsertakan pada Giveaway 10th Wedding Anniversary


5 comments
terima kasih utk partisipasinya...
Replyada beberapa persyaratan teknis GA yg sepertinya masih perlu ditambahkan, mohon dicek sekali lagi ya, thks
menyempurnakan separuh agama ya mbak :D
Replysemoga menang
Ngenes bacanya, semoga pernikahan anak-anaknya juga langgeng!
ReplyNew Post: Buka Jasa Pijat Refleksi Plus Terapi Ala Hidung Belang
orang tua pada zaman dahulu hampir tidak pernah mengenal yg namanya pacaran...sehingga perkawinan mereka bisa langgeng ....
Replybtw-aku lagi bikin lomba GA, dicari 32 orang blogger yang suka nulis dan corat coret untuk jadi pemenang dan mendapat hadiah guft menarik dari Makassar, Toraja dan Martapura Kalimantan Selatan...salam :-)
waaah boleh ikutan dong ... makasi atas kunjunganny...
Reply