hampir seminggu ini setiap sore ku habiskan waktuku bersamanya menikmati
indahnya sunset dengan deburan ombak dan kemilau pasir putih yang memukau.
Entah kenapa dia rajin sekali menjemputku pulang kerja dan mengajakku keliling pantai yang ada di pulau dewata ini. Dan aku tak pernah bisa menolak
setiap ajakannya walaupun lelah seharian bekerja tak pernah kurasakan.
Sejak pertemuan itu aku
memang menaruh rasa padanya dan tanpa sengaja aku bisa bertemu lagi dengannya di
pulai ini, bahagia tak terhingga, takdir mempertemukan kita kembali.
Cinta memang
memberikan kekuatan tersendiri , entahlah aku tak bisa membohongi perasaanku, aku suka dengan nya sejak pertama kali bertemu hingga kini. seminggu bersamanya membuatku sedikit mengenalnya, semakin banyak hal yang ku suka darinya, aku merasa nyaman setiap kali berbicara dengannya walaupun kadang grogi kerap kali datang, tapi dia pandai membuat ku sedikit rileks, ah... aku semakin suka, sesekali tanpa dia sadari aku sering mencuri pandang , melihat gaya dia bercerita , senyumnya sungguh ceria seperti dia sedang jatuh cinta dan hatinya selalu berbunga-bunga, dan dia juga pandai menghibur hati yang sedang luka, baik dan lucu.. hihihi...
Lamunanku di kagetkan dengan sapanya .
" hoy ngelamunin apa nona manis " ?
" emm... pasti kangen sama pacarnya ya ?" hayo ngaku ?"
aku hanya tersenyum simpul sambil melirik dia di sampingku tanpa membalas perkataannya, kembali dia menyambung kalimatnya,
" gimana bagus-bagus kan pulaunya romatis juga kan tempatnya ? "
" besok kalau sudah bersuami ajak jalan-jalan kesini ya..."
" dulu aku juga rutin setiap sore sepulang kerja bersama istriku menghabiskan waktu jalan-jalan seperti ini, tapi semenjak dia pulang karena mau melahirkan, ku habiskan waktuku sendiri, makanya aku ajak kamu biar tau banyak tempat indah di pulau ini "
deg..... apa tidak salah dengar telingaku ? istri ??? kamu sudah beristri ??? ya rosullalah, baru ku tahu baru ku rasa aku salah mengartikan rasa ini. seperti ada yang tercekat di tenggorokanku kelu mau bicara, hanya diam menatap senja yang semakin tenggelam di balik awan yang menghitam..
dan cukup sekali ini saja
salah mengartikan cinta
pada dia
yang sudah berumahtangga
Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma.


13 comments
wah, jangan main-main sama suami orang :p
Replyudah dicatat sebagai peserta GA beranicerita yah :)
ampun mba benar-benar gag berani cukup sekali ini saja :) karean ketidak tahuan statusnya hihihi ,,, karena itu harus lehih berhati-hati lagi... trims's uda di catat.. salam kenal
ReplyMasya Allah baru ngeh kalau blogmu yang ini hehe...
ReplyPadahal sempet nggak enak hati waktu nggak bisa berkunjung balik.
Deburan ombak ya, cantik dan berirama :)
ckckckcck.... baru sadar juga bang ternyata aku sudah jadi pengikut setiamu ... :)
ReplyWaduhh..kadang suka gitu ya, pria itu tetap dengan misterinya, loh..*curhat :D salam kenal mbak :)
Replyhihihihihi... makasi uda mau baca tulisan jelekku :) salam kenal juga ya mbak ...#iya itulah pria yang sempat kukenal beberapa waktu yang lalu #
Replyjangan sampe kedua salah mengartikan cinta pada dia yang sudah berumahtangga hihihiih... ;)
Replyhihihihi,,, iyaaa mbak cukup sekali ajjaa.. makasi ya udah berkunjung
Replywaduuuuuhhhhh......
Replykok belum update lagi?
Replyiyaaa bang.. masih cari-cari acara GA cz bisanya nulis lok ada GA hehehehe
Replywaduuuuh juga,,, hahahaha
Reply