Ku coba untuk menenangkan fikiranku, tak henti-hentinya doa kulantunkan dalam setiap nafasku, aku masih belum siap jika perpisahan ini harus terjadi. Semua keluargaku berkumpul kecuali acakku, dia masih belum bisa hadir,kami pun memakluminya , jarak yang cukup jauh dari kampung halamannya, membuatnya tidak bisa datang tepat waktu.
kulihat emakku di pembaringan tergeletak lemas , tapi masih bisa bicara walau tidak selancar hari-hari yang lalu, aku menangis dalam hati, bingung tak tau harus berbuat apa. Senyumnya masih sama seperti yang dulu penuh keikhlasan walau sakit itu dengan setia menemani raganya selama 9 bulan lebih, tak pernah mengeluh atau berputus asa, ingin rasanya ku gantikan rasa sakit itu, agar emakku bisa kembali seperti dulu, semangat dan telikas dalam setiap aktivitasnya.
" Mak... aku masih belum siap , jika harus berpisah dengan mu di ramadhan ini " bisikku lirih disamping tempat pembaringannya.
hanya senyum dan tetesan air mata yang sanggup beliau isyaratkan untukku, tak sanggup mengeluarkan kata-kata, tapi aku memahaminya apa yang ia ucapkan dalam batinnya,
untuk yang kesekian kalinya , nasihat itu akan selalu ku ingat, memang iya pasti masa itu akan datang juga, tak bisa ku sembunyikan lelehan air mataku di depan Emakku. apakku lah yang selama ini selalu menguatkan hatiku juga emakku, dan selalu memberi pikiran-pikiran positif pada kami, aku memang cengeng tidak setegar acak dan apakku.
ku rasakan waktu begitu berat kulalui, aku masih setia menemani emakku berbaring di tempat tidur ini.
kembali teringat 9 bulan yang lalu saat pertama kali emakku di rawat di rumah sakit untuk yang pertama kalinya, dokter memvonis penyakit hipertensi yang mengakibatkan kelumpuhan dalam syaraf tubuh emakku, hingga 15 hari setelah keluar dari rumah sakit baru bisa berjalan tetapi tidak senormal dulu, dengan ketelatenan dan kesabaran kami sekelurga merawat emakku hingga membuat kondisi emak semakin hari semakin membaik , sujud syukurku pada Illahi Robby karena masih di beri kesempatan untuk bisa merawat emak dalam keadaan sakit sampai mendekati kesembuhan, emakku yang begitu sabar dan tegar melawan penyakitnya dan apak sebagai kepala rumah tangga juga suami, sungguh sangat bertanggung jawab dan bijaksana dalam menghadapi cobaan terberat dalam keluarga kami, jika teringat masa-masa itu hati ku masih terasa pilu saat-saat suram dan kelabu mewarnai kehidupan keluargaku, tapi tak pernah membuatku dan keluargaku putus harapan, dan aku yakin masa masa kelam itu akan segera kembali berwarna.
Allah tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melebihi kemampuannya.
hingga kini emak bisa bertahan sampai sekarang, namun ujian untuk keluargaku belum usai karena memang tak akan pernah usai selama masih hidup di dunia ujian akan terus ada.
2 hari yang lalu sebelum terbaring lemah tak bertenaga emak terjatuh saat membangunkan ku santap sahur...
astagfirullah lelehan air mataku tak dapat ku bendung tangisan selalu mewarnai hari-hariku, selama 2 hari ini.
aku masih ingin bersama emakku lebih lama, ku dekap tubuhnya yang sudah tidak berdaya , dan emak hanya bilang " tidak apa-apa kok, hanya jatuh biasa , buktinya masih bisa jalan walau tertaih-tatih "
aku tahu ucapan itu bohong , emak tidak mau aku semakin sedih, aku bisa merasakan sakit sarafnya , dan aku masih ingat betul pesan dokter 9 bulan yang lalu
" kalau bisa jangan sampai jatuh ya , soalnya penyakit stroke/hipertensi bahaya kalau sampai jatuh, bisa mengakibatkan kelumpuhan permanen bahkan kematian "
kata-kata itu benar benar masih terekam jelas dalam ingatanku, dan melihat kondisi emakku yang sekarang, semakin menciutkan hatiku.
3 hari sudah emak terbaring semakin lemah dan lemas aku sekeluarga semakin panik dan bingung, terutama diriku, aku benar-benar dalam duka yang dalam.
" emak aku tak mau berpisah dengan mu , aku masih ingin selalu engkau dampingi dalam suka dan duka , aku gak mau kehilanganmu mak " hanya tatapan kosong tanpa ucapan tapi aku tahu emak mendengarkan kata-kataku. kini kondisi emakku benar-benar tidak berdaya, emak tak mau di bawa kerumah sakit untuk yang kedua kalinya, itu pesan terakhir emak sesaat masih bisa bicara, ah.. lagi-lagi emak tak mau merepotkan kami sekeluarga , karena emak tahu kondisi ekonomi keluarga yang minim, tapi kami tak pernah mempermasalahkan biaya , karena yang terpenting usaha terbaik untuk kesembuhan emak,.
saat semua keluarga ku berkumpul termasuk acak juga, aku merasakan ini malam terakhir , aku bersama emakku, lantunan ayat suci al-quran tak henti-hentinya terucap dari semua mulut keluargaku yang ikut begadang menunggu emakku semakin mempertegas keadaan, tangisan air mataku semakin deras , tak bisa ku hentikan , walau sebagian keluarga sudah menenangkan hatiku, semalaman aku tak tidur hingga pagi menjelang , emak masih belum menunjukkan perubahan, dan kami sekeluarga sepakat membawa emak ke rumah sakit untuk yang kedua kalinya, karena itu satu-satunya jalan usaha untuk yang terbaik, kami tak tega melihat kondisi emak , andaikan beliau bisa bicara mungkin akan menolaknya , tapi saat itu emak hanya bisa pasrah mengikuti keinginan keluarga.
hari senin pagi secerah mentari menyinari bumi, ramadhan akan segera pergi, berganti hari yang fitri dan kebahagiaan bagi seluruh umat islam menyambut hari kemenangan melawan nafsu, tapi disini aku dan keluargaku sedang berduka, emak telah tiada, pulang kepangkuan illahirobby , dan saat itu pula air mataku berhenti membasahi pipi, tak ada tangisan dalam hati,entahlah apa yang kurasakan saat itu, yang jelas aku masih sadar dengan semua yang ku alami, sementara bu de ku pinsan, acak menangis meraung-raung semua keluargaku berduka, dan kulihat apak yang begitu tegar menghadapi semua kejadian ini, mondar-mandir mengurusi administarsi emak di rumah sakit, sampai ambulan tiba di rumah duka, masih kurasakan hujan air mata dari keluarga juga para tetangga.
Innalillahi wa inna lillahi rodziun..emak selamat jalan menuju alam berikutnya, semoga semua amal ibadah beliau di terima disisi -Nya ...amin
dan saat perpisahan itu harus benar-benar terjadi di penghujung ramadahan dan mendekati idul firti................
emak...
takdir begitu cepat memisahkan kita
di saat usiaku yang masih beranjak dewasa
engkau telah tiada...
emak....
kadang rinduku padamu tak dapat terbendung
ingin segera berjumpa
namun tak kan mungkin selama ku masih di dunia
hanya lewat do'a do'a
kuredam rinduku yang membara
emak....
belum sempat ku membanggakanmu
belum sempat ku membahagiakanmu
belum sempat ku membalas jasa-jasamu..
namun engkau harus pulang lebih dulu
emak...
pengorbananmu begitu besar dan berguna
hingga ku berani menatap dunia
mandiri dalam setiap laga
dan mengajariku banyak hal terutama ahlak mulia
emak...
maafkan anakmu yang pernah menoreh luka dalam dada
maafkan anakmu yang tak tau balas jasa
semoga doa-doa tulusku dapat mengantarmu dalam
naungan Syurga Illahi... amin
hadits Nabi MUhammad SAW:
( rinduku kepadamu ingin segera dapat berkumpul .. dalam naungan syurga di akhirat nanti .....)
kulihat emakku di pembaringan tergeletak lemas , tapi masih bisa bicara walau tidak selancar hari-hari yang lalu, aku menangis dalam hati, bingung tak tau harus berbuat apa. Senyumnya masih sama seperti yang dulu penuh keikhlasan walau sakit itu dengan setia menemani raganya selama 9 bulan lebih, tak pernah mengeluh atau berputus asa, ingin rasanya ku gantikan rasa sakit itu, agar emakku bisa kembali seperti dulu, semangat dan telikas dalam setiap aktivitasnya.
" Mak... aku masih belum siap , jika harus berpisah dengan mu di ramadhan ini " bisikku lirih disamping tempat pembaringannya.
hanya senyum dan tetesan air mata yang sanggup beliau isyaratkan untukku, tak sanggup mengeluarkan kata-kata, tapi aku memahaminya apa yang ia ucapkan dalam batinnya,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ اْلمَوْتِ (آل عمران:
“tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”.Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 185 :
untuk yang kesekian kalinya , nasihat itu akan selalu ku ingat, memang iya pasti masa itu akan datang juga, tak bisa ku sembunyikan lelehan air mataku di depan Emakku. apakku lah yang selama ini selalu menguatkan hatiku juga emakku, dan selalu memberi pikiran-pikiran positif pada kami, aku memang cengeng tidak setegar acak dan apakku.
ku rasakan waktu begitu berat kulalui, aku masih setia menemani emakku berbaring di tempat tidur ini.
kembali teringat 9 bulan yang lalu saat pertama kali emakku di rawat di rumah sakit untuk yang pertama kalinya, dokter memvonis penyakit hipertensi yang mengakibatkan kelumpuhan dalam syaraf tubuh emakku, hingga 15 hari setelah keluar dari rumah sakit baru bisa berjalan tetapi tidak senormal dulu, dengan ketelatenan dan kesabaran kami sekelurga merawat emakku hingga membuat kondisi emak semakin hari semakin membaik , sujud syukurku pada Illahi Robby karena masih di beri kesempatan untuk bisa merawat emak dalam keadaan sakit sampai mendekati kesembuhan, emakku yang begitu sabar dan tegar melawan penyakitnya dan apak sebagai kepala rumah tangga juga suami, sungguh sangat bertanggung jawab dan bijaksana dalam menghadapi cobaan terberat dalam keluarga kami, jika teringat masa-masa itu hati ku masih terasa pilu saat-saat suram dan kelabu mewarnai kehidupan keluargaku, tapi tak pernah membuatku dan keluargaku putus harapan, dan aku yakin masa masa kelam itu akan segera kembali berwarna.
Allah tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melebihi kemampuannya.
hingga kini emak bisa bertahan sampai sekarang, namun ujian untuk keluargaku belum usai karena memang tak akan pernah usai selama masih hidup di dunia ujian akan terus ada.
2 hari yang lalu sebelum terbaring lemah tak bertenaga emak terjatuh saat membangunkan ku santap sahur...
astagfirullah lelehan air mataku tak dapat ku bendung tangisan selalu mewarnai hari-hariku, selama 2 hari ini.
aku masih ingin bersama emakku lebih lama, ku dekap tubuhnya yang sudah tidak berdaya , dan emak hanya bilang " tidak apa-apa kok, hanya jatuh biasa , buktinya masih bisa jalan walau tertaih-tatih "
aku tahu ucapan itu bohong , emak tidak mau aku semakin sedih, aku bisa merasakan sakit sarafnya , dan aku masih ingat betul pesan dokter 9 bulan yang lalu
" kalau bisa jangan sampai jatuh ya , soalnya penyakit stroke/hipertensi bahaya kalau sampai jatuh, bisa mengakibatkan kelumpuhan permanen bahkan kematian "
kata-kata itu benar benar masih terekam jelas dalam ingatanku, dan melihat kondisi emakku yang sekarang, semakin menciutkan hatiku.
3 hari sudah emak terbaring semakin lemah dan lemas aku sekeluarga semakin panik dan bingung, terutama diriku, aku benar-benar dalam duka yang dalam.
" emak aku tak mau berpisah dengan mu , aku masih ingin selalu engkau dampingi dalam suka dan duka , aku gak mau kehilanganmu mak " hanya tatapan kosong tanpa ucapan tapi aku tahu emak mendengarkan kata-kataku. kini kondisi emakku benar-benar tidak berdaya, emak tak mau di bawa kerumah sakit untuk yang kedua kalinya, itu pesan terakhir emak sesaat masih bisa bicara, ah.. lagi-lagi emak tak mau merepotkan kami sekeluarga , karena emak tahu kondisi ekonomi keluarga yang minim, tapi kami tak pernah mempermasalahkan biaya , karena yang terpenting usaha terbaik untuk kesembuhan emak,.
saat semua keluarga ku berkumpul termasuk acak juga, aku merasakan ini malam terakhir , aku bersama emakku, lantunan ayat suci al-quran tak henti-hentinya terucap dari semua mulut keluargaku yang ikut begadang menunggu emakku semakin mempertegas keadaan, tangisan air mataku semakin deras , tak bisa ku hentikan , walau sebagian keluarga sudah menenangkan hatiku, semalaman aku tak tidur hingga pagi menjelang , emak masih belum menunjukkan perubahan, dan kami sekeluarga sepakat membawa emak ke rumah sakit untuk yang kedua kalinya, karena itu satu-satunya jalan usaha untuk yang terbaik, kami tak tega melihat kondisi emak , andaikan beliau bisa bicara mungkin akan menolaknya , tapi saat itu emak hanya bisa pasrah mengikuti keinginan keluarga.
hari senin pagi secerah mentari menyinari bumi, ramadhan akan segera pergi, berganti hari yang fitri dan kebahagiaan bagi seluruh umat islam menyambut hari kemenangan melawan nafsu, tapi disini aku dan keluargaku sedang berduka, emak telah tiada, pulang kepangkuan illahirobby , dan saat itu pula air mataku berhenti membasahi pipi, tak ada tangisan dalam hati,entahlah apa yang kurasakan saat itu, yang jelas aku masih sadar dengan semua yang ku alami, sementara bu de ku pinsan, acak menangis meraung-raung semua keluargaku berduka, dan kulihat apak yang begitu tegar menghadapi semua kejadian ini, mondar-mandir mengurusi administarsi emak di rumah sakit, sampai ambulan tiba di rumah duka, masih kurasakan hujan air mata dari keluarga juga para tetangga.
Innalillahi wa inna lillahi rodziun..emak selamat jalan menuju alam berikutnya, semoga semua amal ibadah beliau di terima disisi -Nya ...amin
dan saat perpisahan itu harus benar-benar terjadi di penghujung ramadahan dan mendekati idul firti................
emak...
takdir begitu cepat memisahkan kita
di saat usiaku yang masih beranjak dewasa
engkau telah tiada...
emak....
kadang rinduku padamu tak dapat terbendung
ingin segera berjumpa
namun tak kan mungkin selama ku masih di dunia
hanya lewat do'a do'a
kuredam rinduku yang membara
emak....
belum sempat ku membanggakanmu
belum sempat ku membahagiakanmu
belum sempat ku membalas jasa-jasamu..
namun engkau harus pulang lebih dulu
emak...
pengorbananmu begitu besar dan berguna
hingga ku berani menatap dunia
mandiri dalam setiap laga
dan mengajariku banyak hal terutama ahlak mulia
emak...
maafkan anakmu yang pernah menoreh luka dalam dada
maafkan anakmu yang tak tau balas jasa
semoga doa-doa tulusku dapat mengantarmu dalam
naungan Syurga Illahi... amin
hadits Nabi MUhammad SAW:
اِذَامَاتَ ابْنُ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ
“Apakah anak Adam mati, putuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara; shadaqoh jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan, dan anak yang sholeh yang mendo’akan dia.”
( rinduku kepadamu ingin segera dapat berkumpul .. dalam naungan syurga di akhirat nanti .....)
"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain".

10 comments
Sabar ya nduk, semua sudah direncanakan dengan indah oleh_Nya, hanya do'a darimu yang ditunggu Emak sampai detik, semoga Emak bahagia di sana AMIN
ReplyEh iki kontes toh, ehem..ehem..mugo mugo menang nduk :) Amin
hahahaha... maakasiiiii kang sudah berkunjung.. insya allah sabarr n tegar kang kisah 4 tahun yang lalu sudah bisa kulewati :)
ReplyInnalillahi wa inna ilaihi roji'un
ReplyMasyaAllah... hari fitri yang penuh haru~ semoga amal dan ibadah beliau diterima di sisiNya. Jangan lupa tuh selalu mendoakan beliau :) barakallahu fiik~
-----------
sudah terdaftar aya!
terima kasih atas partisipasinya ya :)
Innalillahi wainna ilaihi rajiun.
ReplySetiap yang berjiwa akan mati. Tapi sungguh meninggallkan kesan yang luar biasa. Meninggal dibulan suci ramadhan, insyaallah mati dalam keadaan khusnul khatimah kawan.
terimakasih mbak :)
ReplyAMIN.......insyallah doa'a ku dan keluargaq tak pernah berhenti untuk almarhumah emakku
terimakasih ....amin :)
ReplyInnalillahi wainna ilaihi rojiun..
Replytetap tegar ya..semoga amal ibadah beliau diterima disisi sang pencipta.amin..
sukses untuk GA nya :)
terimaksih sudah menyimak :) insyaallah tegar mbak salam kenal :)
ReplySpeechless.. Gak kebayang peristiwa itu karena sosok ibu sudah seperti separuh nyawaku..
Replyiya... seperti itu rasanya.. tapi insyaAllah kita akan bisa melewati masa-masa sulit seperti itu ( maaf komennya telat banget balesnya hehehe )
Reply