Sore itu tiba-tiba aku rindu sekali dengan
Almarhumah Emakku, dan ku putuskan malam ini aku menginap ke rumah budhe,
sekalian surprise, karena kesibukanku
yang padat hampir satu bulan ini aku jarang menyambanginya, walaupun hampir
setiap minggu budhe ku lah yang sengaja menjengukku di rumah. Kali ini aku
ingin menginap kebetulan besok libur , dan ada sesuatu juga yang mau aku
sampaikan, budhe adalah pengganti Emakku , selain itu beliau juga tinggal
sendiri karena semua anak-anaknya tinggal jauh dari budhe, sementara pak dhe
telah meninggal sejak lama, aku saja tidak pernah tahu dengan pakdheku.
Budhe adalah wanita yang bersahaja sederhana,
pekerja keras dan tabah, tak salah jika di hari tua kini tinggal menikmati
buahnya dengan memiliki 4 anak yang soleh dan sukses.
“ budhe , gag
pengajian ? (Tanya ku pada beliau saat aku menginap di rumahnya)
“ tidak nduk
soalnya jama’ah pengajian, sedang wisata WALI SONGO “
“ kok budhe
gag ikut katanya pengen banget? ( Tanya ku pura pura menyelidik )
“ tabungane
masih belum cukup nduk “( dengan tersenyum dan menghela nafas dalam-dalam )
“ o… gitu to.
Ndak minta sama mas-mas’e atau mbak’e ?
( kembali aku bertanya dengan nada manja )
“ gag nduk
wong tiap bulan mereka sudah menjatah budhe , budhe gag mau meminta-minta lagi
ke mereka malu nduk , biar wes mending nyicil aja “
“ bulan depan
budhe ziarah bareng saya ke WALI SONGO (kalimat itu tegas ku ucapkan )
Dengan expresi
tidak percaya budhe berucap ‘ yang bener kamu nduk ??
“ bener budhe
, nama budhe ,nama ku dan bapakku sudah terdaftar, kalau tidak percaya budhe bisa
cek ke panitia penyelenggara ( dengan mata berbinar aku meyakinkan budhe )
Tiba-tiba
budhe merangkulku sambil menangis sesenggukan, dan tanpa ku sadari air mataku
juga terjatuh membasahi pipi ku, ku teringat Emakkku . beliau sedang
menyaksikan ini dan tersenyum bahagia.
Aku berbisik
dalam dekapan budhe “budhe tabungannya buat biaya yang lain aja, semua transport
dan yang lainnya aku yang menanggung,”
“nduk ini
HADIAH ISTIMEWA UNTUK BUDHE, semenjak dulu, budhe ingin sekali ZIARAH WALI
SONGO sebelum berangkat HAJI sama mas mu tahun depan, Alhamdulillah ( ucap
budhe lirih dan air mata itu masih terus membasahi pipi budhe )
“ enggeh
budhe hanya ini yang bisa ku berikan kepada budhe , sebenarnya masih belum
pantas hadiah ini di bandingkan kebaikan dan perhatian budhe padaku,
( dan aku
semakin menangis tak terhentikan )
"Artikel ini di ikutsertakan dalam Kontes Menulis Cerita Mini "


8 comments
Ikutan ziarah Wali Songo nya boleh enggak ya saya :)
Replysukses Kontes Cerminnya ya
Asyikkk, P'ul wes nulis lagi...
ReplyTapi aku kok gak tau seng ndi Bu Dhenya sampean nduk hehehe,,
Sukses ngontesnya ya Nduk Ulva
menyentuh sekali ceritanya mbak, kunjungan pertama nih salam kenal
ReplyTerima kasih nak, sungguh itu merupakan hadiah yang istimewa buat budhe.
ReplySalam sayang dari budhe untuk cah ayu.
@lozz ayoook rame-rame tapi bayar dewek nggeh...
Reply@kang sofyan.. wkwkwk tak kenal no yoook
Replysalam kena juga buat tanjawa Arif..
Replywaaaah maaf telat ngirim hadiah istimewanya buat budhe.. hehehe.. salam hormat buat pakdhe..
Reply