Aku Rindu Menikah

Aku Rindu Menikah….
Demi Allah…
Aku tak tahu apa harus kukecam hawa nafsuku,
Atas cinta atau mataku yang menggoda, ataukah hati ini
Jika ku kecam hati, ia berkata : gara-gara mata yang memandang!
Dan jika ku hardik mata, ia berdalih ini kesalahan hati!
Mata dan hati telah dialiri darah,
Maka wahai Rabbi, jadilah Penolongku atas mata dan hati ini
Rabbi… bila ku jatuh hati
Ku ingin terbang cepat
Hingga syaitan tak sanggup hinggap
Maka aku Rindu Menikahhh…


***

Cinta menjadikan pengecut sebagai pemberani, yang bakhil jadi penderma, si bodoh jadi pintar memfasihkan lidah, mempertajam pena para pengarang, menguatkan si lemah, mencerdaskan, serta mendatangkan kegembiraan dalam jiwa dan perasaan,.
Begitulah kira-kira yang dirangkum ustadz ‘Abdurrahman Al Mukaffi dari para pujangga dalam buku beliau yang legendaris, “Pacaran dalam Kacamata Islam”.
Hmmm bagaimana itu bisa terjadi? Padahal selama ini kata cinta begitu dekat dengan nafsu, umbaran syahwat, dan perzinaan. Tentu saja, ini dua kutub dalam menerjemahkan makna cinta. Yang pertama bisa menjadi kemuliaan dunia akhirat ketika manajemen cinta, menempatkan kepada siapa dan atas apa suatu cinta, didasari kesucian untuk menggapai ridha Allah. Sementara yang kedua adalah cermin konsep hidup yang tidak jelas, chaildish, dan zhalim dalam memaknai cinta.
Sahabat ketika kau merasakan jatuh cinta, pasti telah mempersiapkan bekal untuk menyambut cinta. Kini, bersiaplah menyambut tamu itu (cinta) dengan bekal penuh. Bekal yang membuat cinta menjadi nikmat yang harus disyukuri, Alhamdulillah.
Tapi bekal apa yang harus kita persiapkan untuk menyambutnya?????
Yaitu Bekal yang menjadikan cinta sebagai energi keshalihan dalam perjalanan menuju keridhaan Allah. Bekal yang InsyaAllah akan menempatkan kita di barisan depan manusia pecinta sejati kebenaran Islam.
Ohh yaa, maaf (istilah ngetrend-nya : Afwan J ). Kita juga harus tahu bagaimana pandangan Islam tentang cinta kepada lawan jenis, apa definisinya, dan segala pernak-perniknya. Dan tentu bagaimana agar cinta ini tidak keluar dari kerangka cinta suci Illahiah. Bahkan menjadi pembangun kebersamaan dalam kesalihan.
Jadi sekarang kita bekalkan pemahaman terhadap ayat ini : “Dijadikan indah bagi manusia kecintaan terhadap apa-apa yang diingini (syahwat) dari wanita-wanita, anak-anak, dan harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, ternak, dan sawah ladang…” (QS. Ali Imran : 14).

Sahabat ketertarikan pada pasangan hidup menempati posisi pertama dari syahwat kemanusiaan yang ditegaskan Allah sebagai hiasan kehidupan. Ketahuilah!!!, Allah tidak pernah menciptakan satu noktah pun dengan sia-sia. Betapa Islam memahami kecenderungan fitrah, menerimanya apa adanya, lalu menjadikannya sumber kemuliaan dalam hidup yang akan dijalani seorang insan.
Maka islam menhadirkan, bahkan sangat menganjurkan sebuah solusi bagi cinta dan syahwat itu Pernikahan. Sebuah ikatan yang menghalalkan apa yang sebelumnya haram. Sebuah ikatan yang membuat apa yang sebelumnya adalah dosa menjadi pahala. Sebuah ikatan yang mencerdaskan, mendewasakan, mematangkan, dan membuat hidup begitu bermakna.

Kalau kemampuan memang belum hadir, maka keinginan dan niat yang suci tetap harus ada, agar kita tak termasuk salah satu golongan yang disebutkan oleh Al Imam Ahmad bin ibn Hanbal : “Jika ada seorang pemuda yang tidak berkeinginan menikah, maka hanya dua kemungkinannya : banyak bermaksiat atau diragukan kejantanannya!”.
Menanti pernikahan dengan proses yang suci tentu memerlukan kiat tersendiri. Allah dan Rasulnya menuntunkan beberapa hal yang pasti akan menjadi isian terbaik bagi hari-hari pernikahan itu sendiri…

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman :
"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Entah kenapa Akuuu Ridu Menikaaahhh….. ^.^
Ayah, ibu dasar pemikiran kata Aku Rindu Menikah adalah :

  1. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
  1.  "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  2. Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  3. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
  4. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  5. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
  6. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
  7. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
  8. Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
  9. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  10. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
  11. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  12. Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu. (HR. Hakim dan Abu Dawud).
  13. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah. (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
  16. "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  20. Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya’la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
 ***

So mau Nikah dini atau Zina dini ?????
Gimana-gimana Rindu Menikah juga bukannnnn ^_^
Perbaiki diri dan yakinlah Allah akan mengirimkan pangeran/bidadari untuk pasangan hidup kita…
Seperti nasehat yang ku dapat: Bila hati rindu menikah adalah sebuah fitrah, ketika hati dan fikiran mengembara kemana-mana ketika sampan itu mencari tempat berlabuh, carilah di dermaga yang tenang. Bila dermaga itu ku temukan berpuasalah karena puasa itu akan menjadi perisai bagimu dan seluruh panca inderamu akan terjaga. Saat itu pasti akan datang. Yang perlu dilakukan adalah sabar dan memperbaiki diri, menghiasi masa penantian dengan Iman dan Dekati Allah dahulu dan DIA yang akan mendekatkan dia kepadamu… Subhanallah….
Mbaakyuuuu terima kasih atas nasehatnyaa ^_^

"Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. Aamiin

Related Posts
Previous
« Prev Post