Aku akan mencoba mengingat lagi pertemuan pertama dengannya, walaupun
sebenarnya ingatan ku tentangnya sudah mulai memudar, tapi tak apalah akan ku
tulis yang ku ingat saja.
Entahlah apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama ? atau
hanya kagum semata ? sebenarnya aku dulu pernah merasakan jatuh hati pada
pandangan pertama dan pernah aku ceritakan disini ( peratama melihat langsung sreg dan
berharap mengenalnya lebih lanjut dan lebih ) dan saat bertemu dengan dia
perasaan macam itu timbul lagi.
Saat itu dia sedang menghadiri acara selamatan tujuh hari wafatnya Alm.
Makku bersama saudaraku. Dia dan saudaraku adalah seorang santri tahfiz Al-Qur’an,
dan mereka berdua ikut khataman Alqur'an dirumah duka ku. Subhanallah..aku
terpesona pada pandangan pertama dengan dia ihihihihi.......
Aku berharap bisa mengenalnya lebih lanjut, tapi bagaimana caranya ? aku
juga tidak mau langsung menyapa padanya " hey cowok boleh kenalan dong
" akakakakaka.. nggak banget kan ..
Dia adalah tipe cowok pesantren, yang selalu menjaga pandangan, selalu
menunduk jika melihat bukan mahromnya, dia juga tak bersalaman dengan bukan
mahromnya, karena waktu itu aku sempat bersalaman namun dia hanya menutupkan
kedua tangannya sambil tersenyum, Allah.. Allah...senyumannya mengalihakan
dunia ku, sungguh aku ke G-Eran karena senyuman itu, Mungkin menurutnya itu
hanya senyuman biasa, tapi tidak bagiku, Lalu aku memakluminya, ya sudah aku
bukan muhrim aku mengerti.
Dia bersama saudaraku menginap satu malam dan dalam semalam itu mereka
berdua tidak tidur sama sekali, mereka mengkhatamkan Alqur'an hingga sore hari,
aku hanya bisa mendengar suaranya saat dia mulai dapat giliran mengaji, entah
kenapa air mataku kembali mengalir dipipiku, aku juga semalaman tak bisa tidur,
aku menyibukkan diri membuatkan hidangan dimalam hari, untuk memberi jamuan
kepada kedua tamuku, dan hingga pagi dia masih terjaga, Subhanallah, bagaimana
caranya aku menyapamu ? aku tak berani aku terlalu malu dan takut , sedangkan
dia menoleh saja tidak. hahahahaha....
Hingga ba'da dzuhur acara khataman selesai, mereka berdua berpamitan untuk
istirahat. Karena acara masih berlanjut hingga sampai nanti malam , jadi aku
masih ada kesempatan sampai minimal besok pagi. Tapi apa yang terjadi ? aku
tetap tak berani untuk memulai menyapa nya terlebih dahulu. Akhirnya aku beranikan diri
bertanya pada saudaraku, bertanya siapa nama temannya itu, dan Alhamdulillah
pertanyaanku tidak mengandung kecurigaan, dan selanjutnya, aku mencoba pinjam
hp saudaraku lalu beusaha mencari nomor hpnya siapa tahu ada. ahahahahah....
otak yang picik dan ternyata ada... aku bahagia ❤❤❤❤ rencanaku berjalan lancar.
Pertemuan pertama usai karena pagi itu juga setelah selamatan selesai dua
santri itu berpamitan pulang, lagi-lagi aku hampir menyalaminya, tapi aku
langsung ingat jadi aku juga hanya mengatupkan kedua tanganku sembari tersenyum
padanya tak lupa aku mengucapkan terimakasih banyak padanya pun dia juga
membalas ucapanku dan menatapku dengan tersenyum pula.
Allah..Allah aku ini kenapa ? kenapa selepas kepergiannya bayangan tentang
dia menarinari-nari dalam pikiranku, woooy sadar woooy dia itu santri aku ini
siapa ? ilmu agama ku masih TK tak pantaslah jiga menaruh hati padanya, tapi
aku terus menepis kalimat-kalimat pesimis itu, aku aku bisa kok kalau mau belajar
terus. Ah sudah lupakan saja dia. Dia hanya persinggahan sementara waktu
Ahahaha dan ternyata aku masih menyimpan rapih puisi untuk dia .. saat-saat
aku mulai tergila-gila padanya ...
DI SAAT CINTA DATANG
Apakah sama di hatimu seperti apa yang kurasa ??!!!
Jiwa ini terasa gelisah tak terarah ……..
Dalam diamku dan ramaiku bayang – bayang wajahmu setia
dalam anganku..
Tatapan matamu masih melekat dalam kalbu….
Apakah sama di hatimu seperti apa yang ku rasa ??!!!
Hatiku takluk dan tunduk di hadapanmu
Suaramu terus menggema dalam dada melantunkan ayat
–ayat suci
Sungguh ku tak kuat menahan rasa ini yang terus
menyiksa hati ………
Setelah sekian lama cinta ini hilang
Kini kembali cinta itu datang …………..
Namun apakah pantas diri ini mendapatkan cintamu yang
suci ??
Kau yang begitu ARIF
Kau yang begitu ZAHID
Kau yang begitu SOLEH
Hanya do’a dan usaha yang bisa kulakukan tuk meraih
cinta suci
Bila aku memang tercipta untuk mu
Pasti Ada jalan tuk bersatu
Biarlah waktu yang menjawab semua mesteri cinta ini
dan puisi ini tak pernah tersampaikan kepada dia....
Dan setelah sekian lama aku mengabaikan hatiku, karena aku tak tahu lagi
bagaimana caranya untuk kembali menyambung tali silaturrahmi dengannya,
walaupun saat itu aku tahu no hpnya tapi aku TAK BERANI kawan aku terlalu
pengecut.
Pada suatu malam layar ponsel nokia
N2200 ku terpampang namamu, Aku mendelik tak percaya Ah masa iya ?? beneran itu
dia ?? Allah.. Allah... aku bergetar, syok dan tidak percaya sampai panggilan
yang ketiga aku masih terpaku antara percaya dan tidak , aku mencoba segera
mengangkatnya mengatur nafasku agar lebih tenang, lalu menajab salam dari
sebrang sana lalu aku berpura-pura maaf dengan siapa saya bicara ?? ( jaim dong
ya.... ) lalu suara dari seberang menjawabnya memperkenalkan namanya ( padahal
lo aku sudah tahu ) percakapan pun
dimulai ternyata tak setegang bayanganku, dia mulai berbicara bla-bla-bla
( aku lupa ) percakapan apa saja ya di waktu itu ? yang masih ku ingat
aku tanya padanya dari mana dia mendapatkan nomor ku , pastinya dari saudara ku
yang memberikannya. Okey tidak masalah. ( dalam hati aku sudah tahu nomormu dan
namamu terlebih dahulu hahahaha ).
Perkenalan yang baik. Selanjutnya hampir tiap malam dia selalu menelponku
setiap dini hari pula dia juga menelponku untuk mengingatkan ku sholat malam (
padahal waktu itu aku hampir tak pernah sholat di sepertiga malam ) entah
kenapa setiap dia selesai menelponku aku selalu terngiang-ngiang akan
kata-katanya yang mendamaikan selalu mengajakku ke jalan kebaikan , perlahan
lahan aku mulai mengubah cara hidupku, aku mulai memikirkan niat untuk berhijab
( saat itu aku masih belum berhijab) dan juga aku mulai kembali membaca
Alqur'an yang lama telah aku tinggalkan. Aku mulai lebih tegar untuk menerima
kenyataan bahwa hidup harus terus berjalan. Setidaknya dia dekat denganku
membawa aku lebih baik.. Terimakasih.
Hingga beberapa bulan kemudian aku sempatkan untuk mengunjungi pondoknya,
aku tahu itu tidak boleh tapi aku bertujuannya menemui saudaraku bukan dia (
walaupun dalam hati niatnya pengen ketemu dia sih ) ternyata benar aku disana
tak melihatnya, aku sedikit kecewa padahal saat itu aku menggunakan kerudung,
aku ingin dia melihatnya ( pamer ) ah niatku jelek sekali, toh pada akhirnya
dia juga tak melihatku. Dan sampai aku pulang dia tak ada.
Malamnya dia menelponku, lalu dia bilang " kamu pantes berkerudung "
kembali aku ke G-Ran " loh kamu kok tahu ? " Iya tadi aku melihatmu
dari atas, saat kamu mengunjungi saudaramu di pondok . Mak jleb,dia melihatku
.....lalu aku mejawabnya " aku belum siap berkerudung " dan dia
menjawabnya dengan tertawa entah bagaimana ekspresinya diwaktu itu.
Bulan kemudian, percakapan kita masih berlanjut lewat gagang seluler, dan
dia bilang mau ada pengajian di salah satu desa tetangga, bisakah menyempatkan
waktu untuk bertemu di stasiun ada hal yang ingin dia bicarakan secara langsung
denganku nanti ba’da sholat magrib,
karena dia tak sempat mampir ke rumah . dan aku menyanggupinya . tapi sayang
aku terlambat dia pergi terlebih dahulu, aku mencoba menghubungi hpnya tapi
tidak aktif , aku sempat panik ,, duuuh kenapa nih sepeda pake macet
segala.
Selanjutnya aku kirim sms dan menjelaskan kenapa aku tak kunjung datang di
malam itu. Alhamdulillah dia memakluminya . tida apa dan tidak usah
merasa bersalah. masih ada kesempatan lain untuk bertemu lagi, jika Allah
mengijinkan. kata dia waktu itu.
Masih bulan selanjutnya, entah kenapa hp yang dulu sering menghubungiku tak
lagi berdering, tak lagi mengingatkan ku seperti dulu tak lagi memberi
pencerahan tak lagi ada tawa suaranya. hilang entah keman berminggu-minggu lamanya
. Dan pada akhirnya kuberanikan diri bertanya pada saudaraku, mencari informasi
tentang dia. ternyata dia tak lagi dipondok itu, dan sudah lulus, Dan hp satu-satunya rusak. Dan posisi sekarang,
dia sedang menimba ilmu lanjutan di kota jauh.
Lantas aku harus bagaimana ??
Aku hanya bisa pasrah
KEMELUT CINTA
Bertahan dalam
kesendirian
Menahan segala
rasa dan harapan
Dalam kemelut jiwa
yang terus menggelora
Batin tersiksa
menahan lara
Apakah sama di
hatinya????
Ingin menggapai nya namun tak kuasa
Hanya memendam
rasa yang begitu dalam
Sungguh …………..
sakit terasa
Tegarkan aku TUHAN
tuk meraih cinta darinya
Berharap dia yang terkhir pilihanku
Namun begitu sulit
ku dapat
Ku berharap
menjadi nyata
dia dan aku terikat
dalam janji suci nan sakral
Untuk menuju
syurgamu MU
4 Januari 2009
22.00
m_vvirgin12@yahoo.com
Dan sekali lagi puisi ini tak pernah tersampaikan kepada dia
Dan pada akhirnya aku dan dia berakhir seperti ini, namun aku masih
menyimpan rapi rasa ini. Biarlah cinta yang pernah ada akan tetap seperti ini.
Dan dia tak akan pernah tahu bahwa aku pernah berharap dia menjadi Imam dalam
bahtera rumahtangga kita nanti. Pun sebaliknya aku tak pernah tahu kalimat apa
yang akan dia sampaikan di stasiun malam itu.
Dan terimakasih untuk nasehat nasehat yang telah dia berikan untukku saat
aku duka ( paska emak meninggal ) terimakasih juga untuk amalan khataman alqur’an
yang sampai rela dia mengaji semalaman tanpa tidur , juga terimakasih telah
mengingatkanku untuk berhijab, juga selalu mengingatkanku sholat malam juga mengaji.
Semoga ilmu yang telah dia pelajari bermanfaat dunia akhirat
Aku hanya bersyukur karena Allah pernah mengenalkan dia pada ku walau hanya
sebentar, setidaknya dengan perkenalan itu. Telah merubah hidupku menuju ke kebaikan.
Semoga kabarmu selanjutnya hidupmu dipenuhi rasa syukur dalam keadaan apapun.
tulisan ini diikutsertakan pada event #10Days Writing Challenge yang diadakan oleh Kampus Fiksi.