Hadiah Istimewa Untuk Budhe

Hadiah Istimewa Untuk Budhe


Sore itu tiba-tiba aku rindu sekali dengan Almarhumah Emakku, dan ku putuskan malam ini aku menginap ke rumah budhe, sekalian surprise,  karena kesibukanku yang padat hampir satu bulan ini aku jarang menyambanginya, walaupun hampir setiap minggu budhe ku lah yang sengaja menjengukku di rumah. Kali ini aku ingin menginap kebetulan besok libur , dan ada sesuatu juga yang mau aku sampaikan, budhe adalah pengganti Emakku , selain itu beliau juga tinggal sendiri karena semua anak-anaknya tinggal jauh dari budhe, sementara pak dhe telah meninggal sejak lama, aku saja tidak pernah tahu dengan pakdheku.
Budhe adalah wanita yang bersahaja sederhana, pekerja keras  dan tabah, tak salah  jika di hari tua kini tinggal menikmati buahnya dengan memiliki 4 anak yang soleh dan sukses.

Read More
AKU INGIN KELILING DUNIA

AKU INGIN KELILING DUNIA

dunia ada di genggaman tangan ku tak ada kata jauh


Aku tidak tahu awal mula aku suka dengan trevelling, yang ku ingat semenjak kecil aku memang paling suka dengan yang namanya jalan-jalan, entahlah padahal ke dua orangtua ku tidak pernah mengajakku jalan-jalan apalagi  jarak jauh, paling mentok ya berkunjung antar kecamatan wkwkwk itu pun juga karena silaturrahmi atau pas ada acara tertentu, alhasil sampai aku lulus bangku SMA aku tidak pernah trevelling seperti kebayakan orang-orang kaya pada umumnya, kadang ngiler juga kepengen bisa seperti mereka.

Read More
JERAWAT MERAH MERADANG

JERAWAT MERAH MERADANG

Masih lelah heboh dan lesu akibat meradangnya jerawatku yang tak kunjung kering hikz... malu banget rasanya apalagi aku kerjanya ketemu banyak orang dan tentunya aku selalu menutup muka demi keamanan dan menutupi kengerian luka mblenyek ini , aku masih parno untuk berobat kedokter jadinya solusi sampai dua bulan ini aku pake madu tiap malam untuk mengolesi luka bakar tersebut, dan kadang juga pake pepaya masih percaya pengobatan yang alami alami aja rasanya lebih aman dan efeknya juga ga terlalu wow hahahha..

selama perawatan luka ini secara psikolog mentalku agak down minder stressss galau dan depresi bener-bener berantakan nih muka sodara-sodara banyak yang simpati melihat perubahan aku yang dulu dan kini.

dan perubahannya mulai terasa lukaku sedikit mengering dan bekas luka yang mulai menghitam sedikit memudar walaupun gag banyak sih tapi ada luka sebagian yang masih basah dan dalam kayaknya duuuhh pastinya ini bakan lama deh kayaknya kalau menggunakan cara seperti ini.

banyak yang merekomendasikan suruh perawatan kulit pada dokter sp kulit atau ke klink-klinik kecantikan supaya cepet tertangani tapi aku masih males beranjak serasa ga percaya kepada mereka #efek trauma pengalaman teman

hingga pada akhirnya aku tergiur juga demi mengembalikan mukaku seperti dulu akupun ikutan pada mbak kenalan di tempat kerja yang kebetulan juga mengalami luka mirip seperti aku cuman bedanya mbak itu salah pilih bedak *bahan kimia yang mengakibatkan mukanya berjerawat hebat merah kehitaman duh ngeriiii juga rasanya

Dan kami direkomendasikan untuk mengikuti perawatan intensif selama enam bulan dengan membeli serangkain skincare yang menurutku harganya lumayan mahal ya tapi toh aku beli juga demi apa ? demi mukaku kembali normal, Oh Gusti maafkan hambamu yang ceroboh ini *meringis miris.

Ini adalah pengalaman pertama aku mengenal produk-produk kecantikan wanita yang ternyata rempong abiss... aku kepincut mengikuti perawatan ini karena ada yang sudah terbukti tetangganya mbak kenalan ini sembuh dari kutilan yang bertengger di area hidung yang lumayan mengganggu penampilannya dan ternyata dia itu adik kelasku waktu smp dan sma maka semakin percayalah aku dan ikut juga perawatn ke jember di +kartika skincare

dan rangkain perawatan kecantikan itu ternyata banyaaaak amat ya sekitar 10 rangkaian duh segini banyaknya plus ada multi vitaminnya ( obt telan ) juga. ah demi muka mulus kembali akan ku coba bismillah semoga berhasil . karena kini kasus jerawatku berubah menjadi jerawat yang besar-besar bukan lagi jerawat beruntusan dan terus berdatangan lagi :'(

semoga bisa segera sembuh ya jerawat merah meradang juga bekas yang gosong-gosong itu.


gambar ilustrasi ga punya kamera baru jual hp




cerita berlanjut ke perawatan klinik kecantikan 

Read More
WAFATNYA EMAKKU

WAFATNYA EMAKKU





 18 Januari 2008

Pagi hari langit masih biru dan cuaca yang sangat cerah, tak ada semburat mendung menghiasi langit yang meluas, hingga menjelang sore , kegiatan dirumah masih sama tak ada yang beda, dan emakku masih asyik menikmati kerjaannya membordir pakain Turis, hingga menjelang sore hari, beliau meminta ku mengantar bordirannya kepada juragannya karena waktu pengerjaannya sudah habis.

Sesampai mengantarkan Emak kami pulang dengan selamat , dan tidak ada tanda - tanda yang aneh dengan kondisi kesehatan emak, masih seperti hari-hari sebelumnya atau mungkin emakku menyembunyikan rasa sakitnya ... ( hmmm entahlah emakku memang tak mau merepotkan kami sekeluraga ).


Aku dan Apakku di kejutkan dengan suara Emak minta tolong di dalam kamar mandi.. Astagfirullah kenapa dengan Emakku ya Allah ? saat itu aku hanya bisa menangis dan tak tau dengan apa yang telah terjadi, Emakku mendadak tidak bisa berdiri dengan sempurna sewaktu mau menjalankan Sholat Ashar pas mengambil wudhu di kamar mandi.
Selang beberapa menit kemudian Apak menggendong Emak dari kamar mandi , Emakku benar-benar tidak bisa jalan, Aku semakin menangis tanpa bisa di hentikan, sampai akhirnya Apak dan Aku membawa Emak di Rumah Sakit terdekat di desa kami. Panik gelisah campur jadi satu, mungkin juga apak dan emak merasakan hal yang sama.

Sore menjelang magrib Dokter mendiagnosa Emakku terkena penyakit STROKE satdium 3 dan harus rawat inap sampai kondisi kembali membaik, bak di sambar petir perasaanku saat itu , mungkin emak dan apakku juga merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan.
Air mataku kembali meleleh tak dapat di hentikan, dengan bijak apak berusaha menenangkan hati ku yang panik, aku melihat ke arah emakku , aku memelukknya dengan erat, aku belum siap jika harus kehilangan emak dalam waktu dekat, aku merasa peristiwa ini awal sebuah perpisahan untuk selama-lamanya. Dengan senyuman emakku juga menguatkan hatiku, bahwa semuanya akan baik-baik saja.

4 hari sudah emak rawat inap di rumah sakit ini, dan Alhamdulillah kondisinya meningkat perlahan, doa dan semangat emak begitu besar melawan penyakitnya, sungguh luar biasa, termasuk keluarga ku juga luar biasa rasa sosialisanya sangat tinggi. Kami benar-benar membesarkan hati emak, terutama apakku, sungguh sosok apak yang bijak sana, menanggapi setiap masalah dengan begitu sabarnya. Akhirnya Dokter mengijinkan emak pulang dan dirawat di rumah. Sempat biaya menjadi kendala, tapi lagi-lagi Allah Maha  Pemurah dan Maha Penyantun, datang rejeki yang tidak di sangka-sangka untuk biaya perawatan rumah sakit.

***

Pasca kepulangan dari rumah sakit, emak masih dalam kondisi belum sempurna sepenuhnya dan masih belum bisa berjalan. Dengan telaten dan penuh kesabaran aku,apak dan keluargaku merawat emak dengan baik , setiap hari hanya tangisan dalam hati , aku tak kuat melihat penderitaan emakku, kini hanya bisa berbaring lemas di atas tempat tidur, makan harus di suapi, apalagi mandi harus dimandikan, semua aktivisat tak dapat dilakukan dengan baik, tapi aku melihat semangat emak untuk sembuh begitu tinggi dan itu terbukti nyata 15 hari pasca keluar dari rumah sakit emakku kembali bisa berjalan walaupun belum sempurna, linangan air mata tak bisa ku sembunyikan sujud syukur ku pada mu ya Illahi.

Dan selama masa penyembuhan semakin hari ku melihat Emak yang begitu sabar dan tegar serta telaten merawat dirinya segala terapi dan upaya penyembuahan beliau lakukan , dan apakku adalah sosok Bapak yang sangat bertanggung jawab dan penuh perjuangan tak henti-hentinya ikhtiar beliau lakukan mulai dari pengobatan medis sampai pengobatan tradisional tak peduli dengan masalah biaya , dan alhamdulillah Allah maha penyayang dan maha pemurah, tak ada yang sulit walaupun secara ekonomi kami keluarga yang tidak terlalu kaya tapi kami selalu mensyukurinya.

***

Dalam kesendirianku aku menyadari apa yang aku pilih untuk kembali ke Pangkuan emakku memang tidak salah, dan inilah jawabannya, kenapa emak saat itu bersi keras meminta ku kembali kerumah dan berkumpul lagi, agar aku bisa merawat beliau saat sakit seperti ini, Ya Allah engkau masih memberikan kesempatan untuk bisa merawat emakku disaat -saat seperti ini.

Aku benar-benar bersyukur di lahirkan dari rahim emak, sosok ibu yang penuh kasih sayang, telaten, semangat yang tinggi, perhatian dan masih banyak lagi yang tidak bisa kutulis dengan kata, yang jelas emakku tak ada yang menyamainya, dia sosok yang selalu menenangkanku jika hatiku sedang galau atau ketakutan, mengajariku dalam segala hal, walaupun dia kadang memanjakanku, aku tau sebenarnya emak gag mau melihatku capek atau kelelahan dalam menjalankan tugas sehari-hari, karena itu setiap bangun tidur semunya sudah rapi dan aku hanya tinggal makan saja ( emaaaak........ $#$%%@** ).

Aku memang lebih dekat dengan emakku dan aku selalu terbuka dengan beliau, semua apa yang terjadi terhadap diriku aku selalu menceritakan kepadanya, aku suka bercerita dengan emak, hati ku merasa tenang dan lega, dan bisa di bilang aku juga Emak'en, ( inilah alasannya aku merantau aku tak ingin jadi anak mama yang manja dan tidak bisa apa-apa , aku ingin belajar mandiri tanpa harus menggantungkan orang tua , tapi emakkulah yang tidak tega melihat aku jadi anak  perantauan heheeh begitu sayangnya emakku pada ku , kalau acakku malah wajib merantau karena dia cowok wajib menafkahi istrinya kelak, memang si ada benar nya juga ).

Sebenarnya bapakku juga sosok yang sabar, tapi entah kenapa aku takut sekali dengan beliau, aku jarang sekali berkomunikasi dengannya, itupun aku harus pake perantara jika ingin menyampaikan sesuatu pada apakku... hehehe lucu ya dan setiap bapakku membentakku sebenarnya tidak keras sih aku langsung menangis dan mengadu ke emakku dengan sabar emak selalu menenangkanku, padahal bapakku tidak sekejam itu sampai saat ini sekalipun apak tidak pernah melakukan kekerasan secara fisik baik ke aku emak ataupun acak, tapi tetep aja aku tidak berani, dan masih takuttt kepada apakku entah sampai kapan aku bisa lebih akrab dengan apakku ini.

***

September 2008

Semenjak keluar dari rumah sakit sampai hari ini sembilan bulan lamanya, kondisi emakku semakin membaik, begitu semangat dan ceria dalam setiap kata dan tingkahnya, aku tau mungkin karena emak masih di beri umur panjang dan kesempatan untuk bertemu ramadahan tahun ini, dan bisa merayakan Idul Fitri dan bisa bertemu dengan acak yang sebentar lagi mudik, aku ikut senang dengan keadaan ini.

Walaupun dengan kondisi tertatih-tahih sekalipun emak tidak pernah absen membangunkanku untuk sahur dan membantu ku memasak, ilmunya ia bagi denganku segala masakan pernah aku coba yaaa biarpun rasanya tak seenak masakan emakku tapi emak memuji juga masakanku hehehe entahlah kenapa di bulan ini suasana terasa bahagia sekali september yang penuh suka...... dan sebentar lagi ultahku..

Hari raya kurang 1 minggu lagi , emak aku dan beberapa tetangga dan saudara membuat jajan lebaran bareng didapur rumahku, begitu terlihat ceria sekali emakku saat itu, sungguh tidak seperti orang sakit, wajahnya penuh semangat seakan tidak sabar menanti sesuatu.

Jam 3 dini hari seperti biasa emak membangunkanku untuk SAHUR, seolah mimpi atau mengigau aku menjerit sepontan EMAAAAAAAK.... saat itu kondisi emakku sudah tersungkur di depan pintu kamar dan masih sadar, bapakku terbangun juga dan membopongnya ke kamar mandi karena emak pingin buang air besar katanya... masya Allah belum sempat ke kamar mandi emak sudah buang air besar di pintu * dan itu tidak wajar aku masih ingat kalimat yang terucap dari bibir bapakku ( ''Kok BABnya banyak banget ya, padahal yang dimakan gag sebanyak itu, semoga itu bukan pertanda " karena sudah banyak terjadi pengalaman2 seperti apa yanng terjadi dengan emakku ). Aku menangis lagi aku belum siap jika sebentar lagi emakku pergi untuk selama-lamanya Ya Allah.

2 hari setelah kejadian itu, kondisi emakku drop, memang benar dulu dokter pernah memperingati keluarga kami, penyakit STROKE tidak boleh sampai jatuh karena fatal akibatnya. dan dua hari yang lalu emak ku terjatuh, Subhanallah apakah ini pertanda????? AKU TIDAK SIAP aku benar-benar dalam kegelisahan yang mendalan, sedih yang luar biasa, saat terakhir bercerita dengan emakku , tak banyak kata yang ia ucapkan hanya pandangan yang aku sendiri tak tau apa yang ada di benaknya saat itu.

4 hari lamanya hingga akhirnya malam terakhir semua keluarga besarku berkumpul termasuk acakku sudah datang lebih awal dari rencana kepulangannya, kami mengaji bersama.  Dan aku merasakan emakku sudah tidak ada, karena beliau sudah tidak mengingat siapa-siapa, tapi nafasnya masih berhembus. Semalam kami tidak tidur hingga pagi menjelang , setelah musyawarah kami sepakat membawa emak kerumah sakit lagi karena ini jalan satu-satunya yang harus di tempuh, walaupun dulu emakku pernah bilang "sudah cukup sekali saja ngamar di rumah sakit , jika nanti terjadi apa-apa lagi jangan di bawa ke rumah sakit " tapi kami tak tega melihat kondisi seperti ini, sampai di rumah sakit dokter hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dan selebihnya pasrah dengan sang Maha pencipta.. Deg..... hatiku berdegup kencaaaaang aku tau dan AKU SIAP.. dengan apa yang terjadi di hari ini.

Tatapan terakhir ku melihat emak dengan kondisi yang sangat lemah, tekanan darah 250 hanya tersisa 90 saja, dan dokter menyarankan tranfusi darah B, kebetulan kami sekeluarga berdarah B. Ini kalimat terakhir yang di ucapkan acakku sebelum kami melakukan transfusi darah di PMI 'Mak isun ikhlas adung riko melaku sulung'.

Segala cara dan upaya sudah kami lakukan ini semua kehendak ALLAH manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin selebihnya ALLAH yang berhak menentukan
tepat pukul 09.00 WIB Senin, 29 September 2008,  atau 28 Ramadhan 1428 H Emakku berpulang ke Rahmatullah di usianya yang ke 48 tahun.

kami sekeluarga telah ikhlas melepas kepergiannya , di senin pagi yang cerah langit membiru berkumandang aroma takbir , lebaran menyapa setiap insan yang segera datang hari kemenangan....

SELAMAT JALAN EMAK SEMOGA KELAK KITA DI PERTEMUKAN LAGI DALAM NAUNGAN SYURGA KE ABADIAN
DAN SEMOGA SEMUA AMAL IBADAHNYA DI TERIMA DI SISI ALLAH SWT.

dan semua ayat  yang menjelaskan KEMATIAN DALAM AL-QUR'AN

وَمَا كاَنَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلاَّ بِاِذْنِ اللهِ كِتَابًا مُؤَجَّلاً. (آل عمران :145

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan denga izin Allah, sebagai ketetapan yang tertentu waktunya”.


hadits Nabi MUhammad SAW:

اِذَامَاتَ ابْنُ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ

“Apakah anak Adam mati, putuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara; shadaqoh jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan, dan anak yang sholeh yang mendo’akan dia.”

apak dan emakku th 2000






Read More
Impian yang TerTUnda

Impian yang TerTUnda



semakin besar harapan itu mengembara dalam jiwa
ingin rasanya bisa berdampingan dalam naungannya
tak tau apa alasannya kenapa ???
serasa tak bisa menahan semua rasa yang ada
ingin ,,, tapi apa iya ???
bisa kah ??
atau hanya fatamorgana yang semu dan sirna
benar-benar itu yang ku damba
benar-benar berharap bisa jadi bagiannya

ahgrrr.. sungguh EGOISNYA.
bagaimana jika tak bisa...
akan kah GILA..
atau PUTUS ASA...

seharusnya terima apa adanya
tanpa menuntut apa-apa
biar tak gundah gulana 
jika apa yang di damba
tak kunjung TIBA

( aku benar benar mengharapkan bisa menjadi bagiannya ya Allah... hikz... ..
tapi aku juga sadar Engkau Maha mengetahui mana yang terbaik buat hamba-hambanya )


Read More
KhusNUL Khotimah itu Inginku

KhusNUL Khotimah itu Inginku


malam yang semakin mencekam
bertemankan nyanyian alam

bersenandung kata-kata salam
duduk sendiri dengan bersemayam

merengkuh dan bersimpuh dengan diam
memohon ampunan atas segala kelalaian yang dalam

berharap ada satu ampuan yang terekam
menembus kegelisahan masa yang telah kelam..

sungguh hina dan tak beraturan
jika mengingat semua kejadian

hanya ingin satu harapan
mendapat ampunan
sebelum ajal datang
memisahkan
raga dan
dunia

KhusNUL Khotimah itu Inginku
semoga Allah Mengijabahi..Amin
Read More